Mulut manis berjambang mulus
Madu kata penuh berhelah
Dalam hati keris terhunus
Siap sedia menikam sumpah.
#930 Tentang Bara Digenggam
Dalam suram kelambu malam
Azam dendam ditancap kemas
Persis bara erat digenggam
Agar janji tertunai deras.
#929 Tentang Hujung Minggu
Larut hari meniti senja
Deras masa beransur tenang
Hela nafas menyurut lega
Runut hati kembali girang.
#914 Tentang Pimaipimaitangtu
Pimaipimaitangtujugak
Walau janji ditaburkan
Walau hasrat menggelegak
Walau kuasa mengizinkan:
Kuasa juga memabukkan
Merak nafsu menggiurkan!
Janji-janji terberantak
Hasrat rakyat lumat koyak
Kami yang dikecewakan
Kami yang ditindas henyak
Sekali lagi diajarkan:
Pimaipimaitangtujugak.
#913 Tentang Insan Teralpa
Bangga amat pada lencana
Harta jadi ukuran darjat
Tayang bini tayang segala
Tinggi langit tiada teringat
Bila takbur marak memerak
Salak desak makin menggila
Tewas pada nafsu kehendak —
Itu tanda insan teralpa.
#909 Tentang Pengadilan Di Penghujung Alam
Resmi alam bersulam duka
Payah getir menguji diri
Tiap pahit ada manisnya
Harus sabar mengharung hari
Usah dinda bermuram sedih
Jangan pula berputus asa
Tuhan Agung Maha Pengasih
Pasti tiba Pengadilan-Nya.
#886 Tentang Ketuanan Yang Masih Melukut
Tempik lantang bermain api
Dabik dada mengaku Tuan
Namun masih melukut tepi
Tuntut ufti tanpa tersegan?
#884 Tentang Kerinduan Pada Bulan
Mesra pungguk menyantun bulan
Seru rindu mengisi alam
Jiwa hamba tiada keruan
Rindu dinda memuncak dendam.
#882 Tentang Warkah Emel Jeffrey Epstein
Resah hati menatap nama
Tiap huruf mengeja resah
Siapa sangka dosa yang lama
Muncul taba mengundang rebah?
#878 Tentang Raung Rindu yang Terdiam
Bundar mata menatap dinda
Hati dupdap menahan dendam
Hadir dinda mengubat jiwa
Raung rindu tamat terdiam.
