#950 Tentang Piala Berduri

Beginilah aku, terdampar dan tercacar
Dicantas dan ditebas seolah lalang
Racun yang bersulam senyuman hambar

Namun aku enggan mengaku malang
Berpestalah engkau dengan permainan basi
Yang menuntut pengorbanan malamsiang

Aku berhijrah dengan jiwa yang berani
Yang engkau menang cuma piala berduri.

#949 Tentang Mimpi Kati Tatkala Hujan

Curahan hujan yang menderu 
Memukau bumi yang haus tandus
Memujuk langit yang berdebu berjerebu

Tatkala itu, engkau terlelap terus
dibuai mimpi churu dan manisan
Ditatang rasa tenang yang halusmulus

Pinjamkan padaku, wahai teman,
sedikit keulitan mimpi mayang itu
Agar dapat aku mengubati sedan

Yang mengikat pada jiwa terpilu
Yang melikat pada darah yang makin beku.

#942 Tentang Luruan Sang Politikus

Dalam kelekaan hari-harimu
Dengan kuasa dan harta yang telah engkau cekau,
Apakah masih belum puas mendodoi nafsu?

Maka jalan ini yang engkau tinjau,
Merebut kuasa atas pentas undi,
Membeli tepuk sorak dengan suapan garau.

Ah, engkau memang selamanya akan begini,
Akan selalu meluru mengejar puji!

#937 Tentang Damai Hati Kita

Kau carilah dalam dirimu
Kilau sinar yang tulus dan benar
Meski hati dirundung semu

Usah risau bisikan liar
Jiwa resah yang kekacauan
Engkau harus tenang dan sabar

Jangan muram menanggung duka
Damai milik kita berdua.

#935 Tentang Mulia Yang Tiada Menagih

Segala yang kau dendamkan
Mungkin hanya kerana tercalarnya hati
Gurishiris pada lembaran perasaan

Seorang insan yang merasakan diri
Tidak dihormati, tidak dikasihi, terabai
Seolah tidak diambil peduli

Sedangkan setiap hunusan pada perisai
Jiwamu langsung tiada lut, tiada terhakis:
Kau tetap teguh walau terbadai

Muliamu tak menagih mengemis
Kau akan berlalu tanpa kesal, tanpa tangis.

#933 Tentang Haluan Nyaman

Usah kau endahkan 
Gelora irihati yang membutatuli
Membakar hati yang dipersyaitankan

Kerna kau harus lebih peduli
Bahwa jiwa manusia itu kudus
Lebih suci dari apa yang kau cari:

Hartabenda dan pujiruji halus
Yang membuai melentokkan.
Kau ada pilihan: jalan terus

Pada haluan lurus yang nyaman
Atau tewaskalah di medan hasut,
Hanyut pada ujian zaman edan.

Peganglah erat pada talian anut
Selagi masih ada nyawa berdenyut.

#932 Tentang Kehilangan (Tiada Kembali)

Kehilangan ini terlalu
Menyesakkan; aku tertewas
Dengan rasa hiba dan pilu.

 Perpisahan terlalu pantas,
 Deru tangis deras berlari
 Hati kami putus tercantas.

Apa makna derita ini?
Engkau pergi tiada kembali.

#928 Tentang Pembukaan (Alqur’an I)

Dengan nama Tuhan Yang Maha
Pemurah dan Mengasihani.
Puji-puji bagi Pencipta,

Maharaja jagat alami.
Tuhan Agung Maha Pemurah,
Rabbi Maha Mengasihani.

Penguasa Hari Akhirah.
Sembah kami pada-Mu khusus,
Tempat kami mohon berserah.

Tunjukkanlah Jalan yang lurus.
Jalan bagi yang Engkau pilih;
Bukan jalan kaum terpupus:

Yang mendapat murka terpedih
Yang terhukum sesat tersisih.

#430 Tentang Penulisan Tesis

Tarian jari pada kekunci 
Merangkai aksara dan wacana
Prosa tulus tanpa tekateki

Merungkai makna masa dan siapa
Menyingkap epistemi sang haiwan
Sehingga terbongkar akar makna:

Bahwa tiap makhluk dijadikan
Penuh warna panca kejadian.