Beginilah aku, terdampar dan tercacar
Dicantas dan ditebas seolah lalang
Racun yang bersulam senyuman hambar
Namun aku enggan mengaku malang
Berpestalah engkau dengan permainan basi
Yang menuntut pengorbanan malamsiang
Aku berhijrah dengan jiwa yang berani
Yang engkau menang cuma piala berduri.
#949 Tentang Mimpi Kati Tatkala Hujan
Curahan hujan yang menderu
Memukau bumi yang haus tandus
Memujuk langit yang berdebu berjerebu
Tatkala itu, engkau terlelap terus
dibuai mimpi churu dan manisan
Ditatang rasa tenang yang halusmulus
Pinjamkan padaku, wahai teman,
sedikit keulitan mimpi mayang itu
Agar dapat aku mengubati sedan
Yang mengikat pada jiwa terpilu
Yang melikat pada darah yang makin beku.

#942 Tentang Luruan Sang Politikus
Dalam kelekaan hari-harimu
Dengan kuasa dan harta yang telah engkau cekau,
Apakah masih belum puas mendodoi nafsu?
Maka jalan ini yang engkau tinjau,
Merebut kuasa atas pentas undi,
Membeli tepuk sorak dengan suapan garau.
Ah, engkau memang selamanya akan begini,
Akan selalu meluru mengejar puji!
#937 Tentang Damai Hati Kita
Kau carilah dalam dirimu
Kilau sinar yang tulus dan benar
Meski hati dirundung semu
Usah risau bisikan liar
Jiwa resah yang kekacauan
Engkau harus tenang dan sabar
Jangan muram menanggung duka
Damai milik kita berdua.
#935 Tentang Mulia Yang Tiada Menagih
Segala yang kau dendamkan
Mungkin hanya kerana tercalarnya hati
Gurishiris pada lembaran perasaan
Seorang insan yang merasakan diri
Tidak dihormati, tidak dikasihi, terabai
Seolah tidak diambil peduli
Sedangkan setiap hunusan pada perisai
Jiwamu langsung tiada lut, tiada terhakis:
Kau tetap teguh walau terbadai
Muliamu tak menagih mengemis
Kau akan berlalu tanpa kesal, tanpa tangis.
#933 Tentang Haluan Nyaman
Usah kau endahkan
Gelora irihati yang membutatuli
Membakar hati yang dipersyaitankan
Kerna kau harus lebih peduli
Bahwa jiwa manusia itu kudus
Lebih suci dari apa yang kau cari:
Hartabenda dan pujiruji halus
Yang membuai melentokkan.
Kau ada pilihan: jalan terus
Pada haluan lurus yang nyaman
Atau tewaskalah di medan hasut,
Hanyut pada ujian zaman edan.
Peganglah erat pada talian anut
Selagi masih ada nyawa berdenyut.
#932 Tentang Kehilangan (Tiada Kembali)
Kehilangan ini terlalu
Menyesakkan; aku tertewas
Dengan rasa hiba dan pilu.
Perpisahan terlalu pantas,
Deru tangis deras berlari
Hati kami putus tercantas.
Apa makna derita ini?
Engkau pergi tiada kembali.
#928 Tentang Pembukaan (Alqur’an I)
Dengan nama Tuhan Yang Maha
Pemurah dan Mengasihani.
Puji-puji bagi Pencipta,
Maharaja jagat alami.
Tuhan Agung Maha Pemurah,
Rabbi Maha Mengasihani.
Penguasa Hari Akhirah.
Sembah kami pada-Mu khusus,
Tempat kami mohon berserah.
Tunjukkanlah Jalan yang lurus.
Jalan bagi yang Engkau pilih;
Bukan jalan kaum terpupus:
Yang mendapat murka terpedih
Yang terhukum sesat tersisih.
#608 On Your Turgid Vessel, Now Cleft Asunder
Here you are, abandoned, stranded
Your hopes now fallen to the ground
Barely breathing: drowned, defeated
Your ardent dreams, once skyward bound
Have all defected: sad, bereft
Buried under tortured ground
Your turgid vessel jilted, cleft:
There is nothing, nothing left.
#430 Tentang Penulisan Tesis
Tarian jari pada kekunci
Merangkai aksara dan wacana
Prosa tulus tanpa tekateki
Merungkai makna masa dan siapa
Menyingkap epistemi sang haiwan
Sehingga terbongkar akar makna:
Bahwa tiap makhluk dijadikan
Penuh warna panca kejadian.
