Empat puluh tujuh!
Derap masa terlalu pantas
Gravitinya terlalu ampuh
Jiwa penat lelah terkandas
Kejam sungguh putaran waktu
Bengis tiada mengira siapa
Hati jadi bungkam terbeku
Terpukaunya menatap dunia
Hamba pasrah mengira usia
Serah pada Tuhan Yang Esa.
#855 Tentang Helaan Nafas Tenang
Lolos dari lelah dan mengah
Hela nafas beransur tenang
Bebas dari cengkaman resah
Aman dalam lembayung sayang.

#854 Tentang Kelu Lidah dalam Genggaman Malam
Dalam kelam genggaman malam
Kelu lidah tiada berayat
Tiada mampu mengucap salam
Sayap patah tiada bertongkat.
#852 Tentang Ayahanda Yang Jatuh Hati Pada Kati
Putih Bersih bertompok warna
Atas sofa melayan diri
Dulu musuh, kini Ayahanda:
Jatuh hati pada sang Kati.
(suatu ucapan mohon maaf buat seekor Kucing Asing Tanpa Izin)

#851 Tentang Jalinan Aman
Pertikaian dirungkaikannya
Berselisih diperjelaskan
Sedang lidah tergigit jua
Dua hati terjalin aman.
❤️
#849 Tentang Kenangan Zaman Kecil dari Sekilas Longgokan Manggis
Dari tampuk hijau berbunga
Pada bentuk gelap melegam
Datang imbas kenang sejuta
Memori yang enggan terpadam.

#848 Tentang Kerinduan di Malam Hujan
Dalam sayup gerimis hujan
Debar hati menunggu siang
Dendam rindu tidak tertahan
Rindu pada adinda sayang.
#847 Tentang Damai Hati di Alam Luas
Damai hati di taman hijau
Cerah biru langit angkasa
Tiada sedih tiadalah risau
Serah pada Tuhan yang Esa.

#843 Tentang Mencari Cahya
Dalam ragu dirundung entah
Dalam sunyi dirundung gentar
Dalam gelap mencari arah
Dalam duka mencari sinar
Apa ada cinta dicari?
Apa ada cahya menanti?
#833 Tentang Sari Rindu
Malam bulan rindu bersari
Bagai pungguk hamba mendamba
Separuhnya nyawa kuberi
Demi cinta kasih selama.
