Damai hati di taman hijau
Cerah biru langit angkasa
Tiada sedih tiadalah risau
Serah pada Tuhan yang Esa.


"How we spend our days is, of course, how we spend our lives." – Annie Dillard
Damai hati di taman hijau
Cerah biru langit angkasa
Tiada sedih tiadalah risau
Serah pada Tuhan yang Esa.

Dalam ragu dirundung entah
Dalam sunyi dirundung gentar
Dalam gelap mencari arah
Dalam duka mencari sinar
Apa ada cinta dicari?
Apa ada cahya menanti?
Malam bulan rindu bersari
Bagai pungguk hamba mendamba
Separuhnya nyawa kuberi
Demi cinta kasih selama.
Pada wajah tenangnya pagi
Tercoretlah awanan larat
Segar mesra menyapa kami
Naung agung seluruh tempat.

Basah keringat menderu laju
Bergenang pada likuan wajah
Lelahan jiwa membungkam aku
Kaku dan kelu tertunduk pasrah.
Cahya suria mengintai riang
Kicau unggas menyapa mesra
Berat hati menjadi senang
Kelat hati terpujuk jua.

Rindu hati menebar resah
Angan pada istri tercinta
Bayang wajah menawar gundah
Dalam jiwa namamu esa.
Saat malam enggan beradu
Gundah rasa di dalam hati
Terang bulan membisik rindu
Kapan kita ketemu lagi?
Tiap hari gagahkan diri
Harung dunia berpancaroba
Yakin pada kuasa Ilahi
Ada sinar menanti kita.
Binar mata menatap mercu
Indah bina tersergam mulia
Combray jadi saksi teraju
Sang Saint-Hilaire persada tama.