Pada wajah tenangnya pagi
Tercoretlah awanan larat
Segar mesra menyapa kami
Naung agung seluruh tempat.


"How we spend our days is, of course, how we spend our lives." – Annie Dillard
Pada wajah tenangnya pagi
Tercoretlah awanan larat
Segar mesra menyapa kami
Naung agung seluruh tempat.

Basah keringat menderu laju
Bergenang pada likuan wajah
Lelahan jiwa membungkam aku
Kaku dan kelu tertunduk pasrah.
Cahya suria mengintai riang
Kicau unggas menyapa mesra
Berat hati menjadi senang
Kelat hati terpujuk jua.

Rindu hati menebar resah
Angan pada istri tercinta
Bayang wajah menawar gundah
Dalam jiwa namamu esa.
Saat malam enggan beradu
Gundah rasa di dalam hati
Terang bulan membisik rindu
Kapan kita ketemu lagi?
Tiap hari gagahkan diri
Harung dunia berpancaroba
Yakin pada kuasa Ilahi
Ada sinar menanti kita.
Binar mata menatap mercu
Indah bina tersergam mulia
Combray jadi saksi teraju
Sang Saint-Hilaire persada tama.
Hati muda bercitadamba
Memuliakan penulis sakti
Kata makna imbau pesona
Megah alam termaktub seni.
Debar pada arah bersilih
Bila tiada landas yang jelas
Kala akal harus memilih
Hati katup tewas terkandas.
Patah sayap malam beradu
Hiba pungguk menanti fajar
Sunyi nian di kamar rindu
Hati hamba luka tercalar.