#681 Tentang Hujung Hari Kita Nanti (Terima Kasih, Ekuinas)

Di hujung hari-hari kita nanti
Pada sebalik seberkas kenangan
Mengejar kilasan kilau pelaburan
Menyantuni remehtemeh sang usahawan
Meniti baris-baris pelaporan dan keputusan
Melayan kerenah bos dan rakan sejawatan
Yang terkesan di sanubari adalah ini:
Kemesraan di meja persidangan
Bergurausenda dengan bersulam senyuman
Lambakan pisang goreng di pantry
Mengunyah kuih yang berkepuk kalori
Berkongsi gambar tempat makan
Bergiliran menyumbang santapan Ramadan
Menyelinap keluar berJJCM
Bertarung FPL selagak Slot dan Amorim
Berdagang gosip politik dan korporat
Menitip bingkisan biskut dan coklat
Menyaksikan rakan sekerja di jinjang pelamin
Meneguk kopi berdiskaun di Luckin
Jamuan farewell yang seolah tiada henti
Kata-kata persahabatan yang penuh erti

Terima kasih, Ekuinas
Jasa kalian tiada terbalas.

#676 Tentang Tuntunan Tuhan

Bukan jalan indah berwangi
Bukan taman menguntum salam
Tapi jalan bertatah duri
Tapi taman bersanggul tikam

Namun aku harus berharung
Harus gigih melawan uji
Agar bangsa bertuai untung
Agar diri meraih jati

Jangan gusar, janganlah rawan
Yakin pada tuntunan Tuhan.

#665 Tentang Pemberontakan Sang Pengemis

Patahkan saja tulang-tulang kami
Biar riuk biar berlekuk
Injak-injakkan tubuh lumat kami
Hingga jadi debu berhabuk

Ternyata semua ini tidak cukup
Buat tuan-tuan sekalian
Dan kami enggan mahu hidup
Kalau harus terus melutut berhingusan

Padamkan sengih jelingan sinis
Simpan saja cemeti bengis
Kami enggan terus mengemis.

#639 On A Different Way To Live

What if I told you 
There is a different way to live:

No LinkedIn posts
No late night emails
No podcast hustles
No online surveils

Just wake up in the morning and
Smell the roses, watch the sky
Walk the beach, and feel the sand
Sift beneath your feet and sigh
In gratitude for this one life

Go on: you now hold the knife.