In fret, dejected
In sadness, disconsolate
Darkness defeats me.
#840 Tentang Bayaran Yang Paling Mahal
Aku telah memilih jalan ini
Berapa tahun lamanya tak kuingat lagi
Semuanya terimbas penuh berkabusan
Yang dapat aku kenangkan
Adalah seraut wajah pilihan
Seorang anak muda yang berimpian
Kemenangan yang paling mahal
Yang aku sangkakan
Aku boleh memilih kek ini
Dan memakannya tanpa segan sepi
Ternyata rupanya jalan ini
Dan juga jalan-jalan lainnya
Semuanya adalah fatamorgana picisan
Yang kini telah aku diajarkan
Adalah bahwa semua jalan
Yang terbentang itu menuntutkan
Bayaran yang paling mahal:
Harga untuk setiap kek yang kau inginkan
Adalah darah keringat yang gugur bercucuran
Dan akibat kejadianmu yang tak mampu kau tahankan.
#839 Tentang Dosa Ingkar Yang Melumut
Setiap insan yang mengenangkan zaman mudanya
Seharusnya merenung dengan sedikit rasa malu
Mengingatkan segala urutan peristiwa dan perilaku
Tatkala masih bergelut dengan kementahan usia
Ah! Terlalu banyak yang masih aku sorokkan
Dari diri sendiri, segala perbuatanku yang dungu
Segala kebodohan dan kezaliman yang bertalu
Semuanya perlakuan yang tidak aku banggakan
Allah ampunkan aku yang masih terlalu bebal
Meski masa telah menghanyutkan ingatan mereka
Aku masih enggan mampu melupakannya
Semuanya dosa ingkar yang melumut tebal,
kekal.
#835 On Being Marooned in the Overwhelm
Here I am
Marooned in the overwhelm
Gasping grasping for sweet sweet air?
What am I
Between the earth and sky
Mere flesh and skin and unkempt hair?
Where am I
Lost in the labyrinth of the eternal Lie
Am I doomed to bask in dark Despair?
Who am I
When the shroud of Death is nigh
What have I made from all these years
What do I have to show for, after all these tears
When I plant my feet on that final Stair?
#829 Tentang Lelahan Jiwa
Basah keringat menderu laju
Bergenang pada likuan wajah
Lelahan jiwa membungkam aku
Kaku dan kelu tertunduk pasrah.
#827 Tentang Masa Yang Merawat
Tenang-tenang, hatiku
Jangan digusar apa yang tak mampu kau ubah
Hitunglah hari-hari yang bakal berlalu
Hadapi semuanya dengan damai, tanpa ammarah
Kerana Masa itu bukan lawanmu
Hanya Gembala bagi jiwa-jiwa yang mencari arah
Damai-damai, jiwaku
Masa bakal merawat lukamu.
#821 Tentang Harapan Yang Terpatah
Seolah graviti
Kesunyian ini menarik mencabik aku
Sehingga aku jadi dungu terpaku
Merintihkan malam-malam yang sepi
Seiring hari-hari
Yang berlalu laju menderu
Aku jadi bungkam, lidah membeku
Mengeluhkan nasib jiwa begini
Selautan gundah
Melingkungi hati yang merekah
Mengenang harapan-harapan yang terpatah.
#814 Tentang Dunia Penuh Pancaroba
Tiap hari gagahkan diri
Harung dunia berpancaroba
Yakin pada kuasa Ilahi
Ada sinar menanti kita.
#809 Tentang Kekatupan Memilih Arah
Debar pada arah bersilih
Bila tiada landas yang jelas
Kala akal harus memilih
Hati katup tewas terkandas.
#808 On The Permanence of Human Worth
Enamoured by the white heat of the New
Forgetting that the Truth is immanent
Technology seduces not a few
Beguiled by baubles, all impermanent
We wake to find that human worth prevails,
Persists, amidst the churns of Life's travails.
