#822 Tentang Ulangtahun Umi Yang Ke-Tujuhpuluh

Umi
Dalam usia senjamu ini
Kami titipkan doa yang paling ikhlas
Semoga hari-harimu damai berseri
Dihias kenangan bahgia yang membekas
Tenang dalam tatangan Ilahi

Meski perjalananmu tak selalu indah
Terlalu banyak kepahitan yang menghujan
Dan kau terlalu sering merenang gundah
Namun, kau tetap cekal meniti kehidupan
Tetap dalam arah yang bertabah

Umi
Di kesenjangan antara mimpi dan realiti
Di sini kami berdiri
Keluargamu yang takkan jemu menjulang
Sayang kami pada ibunda seorang

Ratu hati kami
Umi yang terpaling kami kasihi.

#821 Tentang Harapan Yang Terpatah

Seolah graviti
Kesunyian ini menarik mencabik aku
Sehingga aku jadi dungu terpaku
Merintihkan malam-malam yang sepi

Seiring hari-hari
Yang berlalu laju menderu
Aku jadi bungkam, lidah membeku
Mengeluhkan nasib jiwa begini

Selautan gundah
Melingkungi hati yang merekah
Mengenang harapan-harapan yang terpatah.

#820 Tentang Kerinduan Dalam Musim Luruh

Pada kesunyian malam musim luruh itu
Kau merindukan ngiauan kucing di lereng jalanan
Sambil membelek kenangan pada tiupan angin bayu
Dalam malam-malam tropika yang hangat nyaman

Apakah erti arah kehidupan yang gigih
Apa makna jalan getir yang kau pilih
Ketika ingatan zaman indah membuak ganas
Dan kau hanya mampu tunduk tertewas?

Rindu itu bukan seteru
Tapi tali yang mengikat engkau kembali padaku.

#819 Tentang Pendamaian Jiwa Yang Terbalik

Dalam hening subuh yang syahdu 
Aku berdoa merayu pada-Mu:
Tunjukkanlah jalan yang terbaik
Agar terdamai jiwa-jiwa yang terbalik
Jabatkanlah hati kami yang runsing
Kembalikan kedamaian yang terasing
Pandulah kami agar dapat kembali
Dalam dakapan mesra sepasang suami istri.

#816 Tentang Pelipasan

Kehidupanmu hari ini - untuk apa?
Dan untuk siapa?

Bilamana hari-hari berlalu kencang
Dan engkau terlelah mengejar… apa?
Harta nama kuasa pujian wang?

Atau apakah kau hanya melipas
Dari hari ke hari
Sambil berlari pantas
Dari dirimu sendiri?