Rindu hati menebar resah
Angan pada istri tercinta
Bayang wajah menawar gundah
Dalam jiwa namamu esa.
#816 Tentang Pelipasan
Kehidupanmu hari ini - untuk apa?
Dan untuk siapa?
Bilamana hari-hari berlalu kencang
Dan engkau terlelah mengejar… apa?
Harta nama kuasa pujian wang?
Atau apakah kau hanya melipas
Dari hari ke hari
Sambil berlari pantas
Dari dirimu sendiri?
#815 Tentang Bulan dan Rindu
Saat malam enggan beradu
Gundah rasa di dalam hati
Terang bulan membisik rindu
Kapan kita ketemu lagi?
#814 Tentang Dunia Penuh Pancaroba
Tiap hari gagahkan diri
Harung dunia berpancaroba
Yakin pada kuasa Ilahi
Ada sinar menanti kita.
#813 Tentang Letusan Cita
Dari sehari ke sehari
Aku menjadi sang saksi
Mekarnya cita-citamu
Mula dari bara kerdil
Menjadi unggun yang marak berapi
Siapa engkau yang dahulunya pemalu
Kini meletus menjadi sang peneraju?
#812 On Dying Dreams
Flurry in my line of sight
The grinding days have come to bite
And what once shone with yellowed gleams
Has now been sundered at the seams
When all now finally come to light
What will you pay for dying dreams?
#811 Tentang Marcel dan Gereja Saint-Hilaire
Binar mata menatap mercu
Indah bina tersergam mulia
Combray jadi saksi teraju
Sang Saint-Hilaire persada tama.
#810 Tentang Marcel Yang Memuliakan Bergotte
Hati muda bercitadamba
Memuliakan penulis sakti
Kata makna imbau pesona
Megah alam termaktub seni.
#809 Tentang Kekatupan Memilih Arah
Debar pada arah bersilih
Bila tiada landas yang jelas
Kala akal harus memilih
Hati katup tewas terkandas.
#808 On The Permanence of Human Worth
Enamoured by the white heat of the New
Forgetting that the Truth is immanent
Technology seduces not a few
Beguiled by baubles, all impermanent
We wake to find that human worth prevails,
Persists, amidst the churns of Life's travails.
