I carry with me miracles abound
Th’inheritance of lineage and of prayers
They give me flight, yet anchor me to ground
Protect me from the harsh glare of naysayers
I thank Thee for Thy bounty and Thy Grace
That dignify and raise me from the base.
#773 Tentang Hari Empat Bintang
Hari ini, hari empat bintang
Bangun awal pagi
Sarapan pisang dan kopi
Tugasan kerja berjalan rapi
Solat Jumaat berganding rakan
Isu yang sulit dirungkaikan
Melawat cawangan Baharu Kinokuniya
Makan burger bersama rakan lama
Yang kurangnya cuma:
Hati tertawan gundah gulana
Merindui dinda yang jauh disana.
#772 Tentang Angan Kelambu Malam
Dalam angan kelambu malam
Embun kasih meremang sayu
Jiwa hamba terkapai karam
Tewas dalam lautan rindu.
#771 On The Three of Us
In between the moments of silence
When words are not spoken
And the seconds fall away like dying leaves
I say a quiet prayer of thanks
For this brotherhood
This fragile web of comradeship
This great gossamer bond of friendship.
#769 On The Dappled Light
The warm light streams through
The wide bright windows, dappled;
My poor heart aches - breaks.
#768 On Grandiose Meetings
In conference rooms with faux-wood tables we
Enact a pageantry banal and false
In suits and ties, with speeches grand and twee
And cliches formed from flawed inchoate thoughts
Imagine: lives devoted to this game
Existence frittered on such prancings - lame!
#767 Tentang Fantasi Seorang Suami
Menurut aku, kau masih sini
Masih dibelai dimanja sang suami
Masih disisi berceritaceriti
Menurut aku, kau dan aku bukannya terpisah
Jarak jasad bukanlah ukuran realiti
Hanya fatamorgana dunia yang terkukubesi
Menurut aku, kita masih tetap bersama
Masih tetap berkongsi gurau leka
Masih tiada terasing terduka.
#766 Tentang Menikam Masa Dengan Tangisan
Moga esok semua ini hanya mimpi
Dan kau masih dalam rangkulanku, dinda:
Mesra, hangat, kasih
Sedang masa takkan ligat berputar
Melainkan hanya tunduk diam
Menyaksikan kita berdua, dinda:
Aman, tenang, diam
Masa, aku tikam kau bertubi-tubi
Dengan segala deru tangis ini
Meski kau takkan ambil peduli.
#765 Tentang Transit Di Istanbul
Ah, Istanbul, kita ketemu lagi!
Sepertinya jodoh kita tak pernah lari
Masih lagi aku terperuk dalam perutmu
Sang ibukota garudaraya yang ligat
Mengikat sang musafir yang kepenatan
Dalam kelikatan duniawi yang penuh gemerlap
Aku menghitung setiap saat yang pekat
Mencari ruang keluar dari kewujudan yang tenat.
#764 Tentang Kejauhan (Dihirisgilis)
Hati bagai dihirisgilis
Kenang nasib dinda disana
Tiap hari bergenang tangis
Bila dinda jauh dimata.
