Dalam kelam genggaman malam
Kelu lidah tiada berayat
Tiada mampu mengucap salam
Sayap patah tiada bertongkat.
#853 On The Fog of Time
The fog of Time masks
Our futures from our poor selves
We know not what waits.
#852 Tentang Ayahanda Yang Jatuh Hati Pada Kati
Putih Bersih bertompok warna
Atas sofa melayan diri
Dulu musuh, kini Ayahanda:
Jatuh hati pada sang Kati.
(suatu ucapan mohon maaf buat seekor Kucing Asing Tanpa Izin)

#851 Tentang Jalinan Aman
Pertikaian dirungkaikannya
Berselisih diperjelaskan
Sedang lidah tergigit jua
Dua hati terjalin aman.
❤️
#850 Tentang Kambing Hitam dan Baju Oren
Kambing hitam berbaju oren
Diperaga seolah sembelihan kenduri pesta
Yang dikorbankan sambil diiring ucapan Amin
Mereka yang bertangan jahat berhati kusta
Apa erti laungan lantang Re For Ma Si
Yang kini makin suram tenggelam?
Mana disorok janji-janji yang kini basi
Bersadur dengan sterling dan dolar hitam?
Ikarus hanya mampu mengangguk diam
Menyaksikan pementasan penuh dendam.
#849 Tentang Kenangan Zaman Kecil dari Sekilas Longgokan Manggis
Dari tampuk hijau berbunga
Pada bentuk gelap melegam
Datang imbas kenang sejuta
Memori yang enggan terpadam.

#848 Tentang Kerinduan di Malam Hujan
Dalam sayup gerimis hujan
Debar hati menunggu siang
Dendam rindu tidak tertahan
Rindu pada adinda sayang.
#847 Tentang Damai Hati di Alam Luas
Damai hati di taman hijau
Cerah biru langit angkasa
Tiada sedih tiadalah risau
Serah pada Tuhan yang Esa.

#846 Tentang Bayang Rindu
Dalam kejauhan ini, aku berpegang erat
Pada tali rindu yang mengikat aku padamu
Sedang mana setiap benangnya terpintal dari selirat
Seberkas kenangan sukaduka yang jitu
Apakah hanya aku seorang yang gigih memahat
Setiap ukiran pada rumah kerinduan ini?
Atau engkau pun jua turut sama bersubahat
Dalam kepenjaraan ini, yang terlalu asing dan sepi?
Aku inginkan kepastian
Bahwa bukan hanya aku keseorangan
Memeluk bayang rindu yang hanya menghampakan.
#845 On Mother’s Pride
In her twinkling eyes,
Behold: the fruits of her Love,
Her sons, Mother’s pride.
