Penentangan semua melawan semua:
Yang muda memusuhi yang tua
Yang timbalan menolak sang ketua
Yang dipecat menuduh yang memecat
Yang tersakiti menyanggah sang penyengat
Demi untuk menegakkan benang yang basah,
Demi membela ego yang enggan mengalah!
#886 Tentang Ketuanan Yang Masih Melukut
Tempik lantang bermain api
Dabik dada mengaku Tuan
Namun masih melukut tepi
Tuntut ufti tanpa tersegan?
#869 Tentang Pengakhiran Sebuah Harapan
Menggunungnya harapan bangsa
Tinggal hampa tiada tertunai
Pi mai pi mai tang tu akhirnya
Yakin kami hancur berderai
#866 Tentang Rintihan Marhaen Yang Diperzalim
Tuhan, sedang kami menyaksikan
Setiap langgam dusta dan keji lahanat
Dalam mengejar laba dan keasyikan
Ada waktunya kami merasa tersengat:
"Apakah yang ingin Engkau ajarkan
Pada kami insan yang penuh kekurangan?"
Tuhan, betapa cergas tangan-tangan
Mereka menghumban amanah yang diberi
Harta keringat kami diperbuat mainan
Dan lidah-lidah kami terkatup kunci
Tak berdaya menegah perlakuan zalim
Dari penguasa-penguasa yang berlagak alim
"Apakah mereka tentunya akan tetap berpesta
Sedang kami harus menutup mata bertuli telinga?"
#850 Tentang Kambing Hitam dan Baju Oren
Kambing hitam berbaju oren
Diperaga seolah sembelihan kenduri pesta
Yang dikorbankan sambil diiring ucapan Amin
Mereka yang bertangan jahat berhati kusta
Apa erti laungan lantang Re For Ma Si
Yang kini makin suram tenggelam?
Mana disorok janji-janji yang kini basi
Bersadur dengan sterling dan dolar hitam?
Ikarus hanya mampu mengangguk diam
Menyaksikan pementasan penuh dendam.
#803 On These Funny Games
Funny games that we play:
Write down lines with numbers and words
That make up promises of new things to come
And erasures of old things to be swept away
Gather them up into numbered paragraphs
Garnished with quotes from dead men
And the flourish of fighting words
Then declaim the words unto a tepid room
Full of desiccated men with dried-up ambitions
And a sprinkling of the young and aspirant
Desperate to keep some small spark
Of their youthful dreams alive amidst the desolation
And after that, more words:
Words of eager and noseful praise
Words of doubt and scornful raze
Words of apathy in gauzy haze
A long kabuki of paper plowshares
And the fierce clanging of plastic swords
Just words words words
To mark the passing of one year
And the coming of another
More promises to stave off the hastening
Fears of that final day
When words fall onto the red earth of returning.
#768 On Grandiose Meetings
In conference rooms with faux-wood tables we
Enact a pageantry banal and false
In suits and ties, with speeches grand and twee
And cliches formed from flawed inchoate thoughts
Imagine: lives devoted to this game
Existence frittered on such prancings - lame!
#752 Tentang Kisah Sejarah Sebuah Bangsa Yang Tertewas
"... dan dengan sebab itulah,
Maka negara itu hancur punah ranah
Berebut kuasa
Beradu domba
Bersamun laba
Lantas semuanya musnah."
Dan dengan itu,
Pendita itu menutup lembaran kitab
Yang menjadi saksi kisah duka
Sebuah bangsa yang tewas ranap.
#703 Tentang Roti Canai Raju’s
Hangat hangat di hujung jari
Cukup kenyal cukup garingnya
Sedap lazat tiada terperi
Roti canai Raju’s namanya!

#683 Tentang Janji Manis Sang Ular
Maka makanlah oleh kamu
Buahan dari benih dusta yang telah kau tanam
Yang kau peram bersama perjanjian kelam
Penuh dengan tipu muslihat: tepu!
Dan dengan lantang garang
Kau laungkan slogan dan lagu dendam
Dalam seloka yang beracah gurindam
Seelok janji-janji manis ular yang menggoda: jalang!
Dan apabila pohon negara ini telah berkusta
Merekah dan menggerutu menggelupas
Seolah hanya menunggu masa terbabas:
Kami hanya mampu mengumat kata laknat
Di bawah nafas yang meratib cela.
