Hangat hangat di hujung jari
Cukup kenyal cukup garingnya
Sedap lazat tiada terperi
Roti canai Raju’s namanya!


"How we spend our days is, of course, how we spend our lives." – Annie Dillard
Hangat hangat di hujung jari
Cukup kenyal cukup garingnya
Sedap lazat tiada terperi
Roti canai Raju’s namanya!

Maka makanlah oleh kamu
Buahan dari benih dusta yang telah kau tanam
Yang kau peram bersama perjanjian kelam
Penuh dengan tipu muslihat: tepu!
Dan dengan lantang garang
Kau laungkan slogan dan lagu dendam
Dalam seloka yang beracah gurindam
Seelok janji-janji manis ular yang menggoda: jalang!
Dan apabila pohon negara ini telah berkusta
Merekah dan menggerutu menggelupas
Seolah hanya menunggu masa terbabas:
Kami hanya mampu mengumat kata laknat
Di bawah nafas yang meratib cela.
“Menggilap idealisme reformasi”?
Atau apakah ia sudahpun basi
Meringkuk akibat hiruk pikuk
Hati terbengkok dan terberuk
Terkulai sepi?
Begini rupanya zaman edan
Bila penyamun menuntut adil
Sedangkan harta dilapah sakan
Yang tinggal sisa buat yang kerdil
Terima kasih pembesar bangsa
Demi caturan bangsa binasa
Tinggal jadi lipatan zaman
Maruah bangsa lenyap terkorban.
Mungkin hanya aku tersasar
Masih tolol tentang manusia
Menyangkakan bahwa yang benar
Pasti akan menang akhirnya
Bila akhlak porak peranda
Sang penyamun diangkat julang
Bila kuasa merajalela
Sang pembesar membisu malang
Mungkin hanya aku terbingung
Melihatkan bangsaku ini
Harta kuasa dipuji sanjung
Akhlak budi terpinggir sepi
Apa sial bangsaku ini
Dipertunggang bangsa kayangan
Apa nasib Melayu ini
Hanya mampu menonton zaman?
Dahulu, kalau menyamun dari kantung
Negara itu dianggap suatu
Angkara yang maha besar, yang tiada
Ampun maaf pada sang penyamun.
D.N.A.A.!
Dahulu lain,
Sekarang rupanya zaman penyamun berzapin.
Kalau tuan mengurus bangsa
Jangan lupa bermusyawarah
Gali cari jalan saksama
Agar warga tidak tersusah
Deras mulut mengucap arah
Kurang semak kurang pedoman
Rakyat bingung bercampur marah
Pening porak tidak keruan
Lajak sampan boleh diundur
Lajak kata buruk padahnya
Jangan leka menuntut akur
Hingga warga jadi termangsa
Cari jalan terpaling cermat
Agar lancar tatakelola
Amal adab beserta hormat
Pasti tadbir meraih mulia.
Kala tuan di tampuk kuasa
Julang nama dicanang-canang
Kala jatuh ditimpa tangga
Nama carik ditikam terjang
Ini hukum alam bersilat
Ada naik ada jatuhnya
Lumrah dunia berputar ligat
Usah muram mengenang duka.
Kalau inilah yang dikatakan
Arus perdana jalur pemikiran
Bangsa yang megah mangaku tuan
Adab nilai lapuk tersadai
Menang sorak maruah tergadai
Maka aku lebih rela dipencilkan
Sepak terajang tak kuhiraukan
Hilai tawa tak kuendahkan
Lenanglah engkau dengan harta dan kuasa
Aku enggan berkubang sama.
Through all the years, your hard travails,
You bid your conscience mute, untasked.
And in the ripeness, power reveals,
Now on your throne you stand, unmasked.
We barely knew you, did we not?
Behind that smile, the maggot's rot.