Walking down these streets,
Silence burns in bright daylight
Fujiyoshida.


"How we spend our days is, of course, how we spend our lives." – Annie Dillard
Walking down these streets,
Silence burns in bright daylight
Fujiyoshida.

Peering behind masks
We walk this earth, dumb and mute
Islands in the night.
Coffee stains on cups
Like ambrosial lipstick marks,
I kiss the morning.
How many days do I have left?
I thought to myself
How many days left
To walk this earth
To kiss the morning sun
To bask in coffee and music
To feel the girth of trees
To run through grassy fields
To feel the breeze rustling through leaves?
How many more days left?
I do not know.
Dalam kekebilan malam
Hati dirasuk rasa suram
Mengenangkan simpang jalan yang bakal kita tempuhi
Perpisahan, walaupun seketika: bagiku terlalu ngeri
Untuk difikirkan...
Lalu semuanya ku pendam
Ah, sayang!
Melangitnya cintaku pada adinda
Membuatkan aku pasrah pada pancaroba
Impianmu melontar jauh ke Alemania
Aku pula mengejar cita membina Negara
Kita saling mencintai: hebat dan terpaling
Namun harus juga menobatkan mimpi masing-masing
Maka kita memilih jalan ini
Biar terlalu asing bagi mata yang iri:
Persetankan mereka!
Kita menutur jalan yang kurang lurus
Demi cinta kita yang ikhlas dan tulus.
In youth I dreamed heroic dreams
To carve my name in history's heights
But Time tore at the tattered seams
Of dreams that faded at first light
And yet my hope still ventures forth:
His Grace: my true abiding North.
Beginilah giliran roda
Hari demi hari berputar
Ada suka ada derita
Semuanya tegas mencabar.
Mekar suria di ufuk timur
Subuh tiba menyapa embun
Galak masa tiada berundur
Tiap saat harus bertekun
Ayuh kibarkanlah
Panji-panji Iman dan Ihsan
Merungkai kebingungan
Merawat kerisauan
Merimbun persefahaman
Merangkai setiakawan
Menolak kenihilan.
Belah rasa berbilah-bilah
Girang ada gusar pun ada
Adat hidup begitu lumrah
Yakin Allah ada bersama.