Like being drowned in a
Tomb of permanent beauty
Our love, like amber.
Tentang Lara Kasmaran
Di dahi awan
Tersekam cahya rindu
Lara kasmaran.
Tentang Bara Yang Cekal Tersarang
Suatu waktu dulu
Kita pernah mengimpikan
Membina sebuah kehidupan
Bersama
Kini, ingatan itu
Hanya cebisan kenangan
Yang menjadi kunangan
Terlara
Di mana engkau sekarang?
Di mana, dan bagaimana?
Nyata bagiku
Kau masih seberkas bayang
Yang cekal tersarang
Membara.
Tentang Iqra’
Tiap baris suci
Menyimbah naluri yang
Tandus tersepi.
Tentang Kebebasan
Persetankan suara-suara sumbang
Mereka yang t’lah lama menentang
Segala cemuh sepak terajang
Mereka tiada kuasa sekarang
Untuk membentak atau menindas
Segalanya yang dulu kau galas
Biarkan saja jatuh terhempas
Persetankan: sekarang kau bebas!
On The World’s Eternal Hymn
If only you could
Hear the World’s eternal hymn:
“Glory be to God!”
Tentang Guntur Kilat dan Jalan Kelam
Pekak bisu buta tercampak Tiap langkah merangkak buntu Hala jalan tiada tertampak Unggun hayat terlenyap kelu Guntur kilat merekah langit Jalan cerah kembali kelam Hati resah jiwa terhimpit Hanya doa pencerah suram Nyawa kami dalam Tangan-Nya Tiap insan terlingkungkepung Jangan kami ditulibuta Pada Engkau kami bernaung. Terilham oleh Albaqarah 15-20
Tentang Rindu Mekar
Mekar kembang mawar dan lili
Ganti diri jauh tersangat
Rindu puan tidak terperi
Tiap saat luka tersayat.

Tentang Desiran Usia
Usia memukul
Pasiran hayat, cermat
Meluntur jiwa.
Tentang Hidup Terkerdil
Hidup terkerdil
Ini tak kuratapi -
Kau memaknakan.
