#846 Tentang Bayang Rindu

Dalam kejauhan ini, aku berpegang erat
Pada tali rindu yang mengikat aku padamu
Sedang mana setiap benangnya terpintal dari selirat
Seberkas kenangan sukaduka yang jitu

Apakah hanya aku seorang yang gigih memahat
Setiap ukiran pada rumah kerinduan ini?
Atau engkau pun jua turut sama bersubahat
Dalam kepenjaraan ini, yang terlalu asing dan sepi?

Aku inginkan kepastian
Bahwa bukan hanya aku keseorangan
Memeluk bayang rindu yang hanya menghampakan.

#841 Tentang Kerinduan Yang Enggan Meninggalkan

Ada kalanya
Dalam kesibukan hari-hari yang menderu
Aku teringatkan kamu:
Tautan hati muda yang mempesona
Gayutan suara di kehangatan malam
Denyutan jiwa yang menginginkan cinta
Dan deruan tangis yang enggan padam

Dan aku bertanyakan
Dalam bisikan suara hati yang paling perlahan
Yang ingin bertanyakan kamu:
Apakah kau menangkan apa yang kau idamkan?
Apakah erti cinta yang singgah hanya semusim sedan?
Apakah makna kenangan yang masih enggan meninggalkan?

#840 Tentang Bayaran Yang Paling Mahal

Aku telah memilih jalan ini
Berapa tahun lamanya tak kuingat lagi
Semuanya terimbas penuh berkabusan

Yang dapat aku kenangkan
Adalah seraut wajah pilihan
Seorang anak muda yang berimpian
Kemenangan yang paling mahal

Yang aku sangkakan
Aku boleh memilih kek ini
Dan memakannya tanpa segan sepi

Ternyata rupanya jalan ini
Dan juga jalan-jalan lainnya
Semuanya adalah fatamorgana picisan

Yang kini telah aku diajarkan
Adalah bahwa semua jalan
Yang terbentang itu menuntutkan
Bayaran yang paling mahal:

Harga untuk setiap kek yang kau inginkan
Adalah darah keringat yang gugur bercucuran
Dan akibat kejadianmu yang tak mampu kau tahankan.

#839 Tentang Dosa Ingkar Yang Melumut

Setiap insan yang mengenangkan zaman mudanya
Seharusnya merenung dengan sedikit rasa malu
Mengingatkan segala urutan peristiwa dan perilaku
Tatkala masih bergelut dengan kementahan usia

Ah! Terlalu banyak yang masih aku sorokkan
Dari diri sendiri, segala perbuatanku yang dungu
Segala kebodohan dan kezaliman yang bertalu
Semuanya perlakuan yang tidak aku banggakan

Allah ampunkan aku yang masih terlalu bebal
Meski masa telah menghanyutkan ingatan mereka
Aku masih enggan mampu melupakannya
Semuanya dosa ingkar yang melumut tebal,

kekal.

#838 Tentang Rindu Di Hujung Senja

Dalam kesenjaanmu yang bergentaran
Masih lagi kau melihat jelmaan itu
Sang suami yang memberantakkan
Jiwamu dan ikatan perkahwinanmu

Apa guna sesalan yang enggan padam?
Apa erti kerinduan yang tak pernah redam?
Dari segala yang engkau mahukan darinya
Takkan kau dapat walau seinci sehasta
Dia telah memilih suatu kehidupan yang berbeza
Dan engkau tertinggal terasing dalam duka

Dalam kesedihan yang menyesakkan
Tiada apa yang tersisa untukmu
Sang pengingkar itu takkan pulang
Dan kerinduanmu adalah suatu permainan usang
Yang takkan mampu engkau menang.