Dia adalah anasir beracun
Yang hanya layak untuk kau elak
Dalam setiap saf yang berhimpun
Akan ada Dia yang berbisik jelak:
Apa guna berfikir panjang?
Nikmati saja dunia dan seisinya!
Berbuaslah di setiap ranjang
Persetankan apa kata mereka!
Justeru perlakuan Sang Seteru
Jadi subahat bagi setiap jenayahmu.
#860 Tentang Nada Keras
Nada-nada keras
Melantun pada dinding kaca
Merusuh bagai panahan pedas
Menusuk pada hati dan jiwa
Kenapa langgam yang terangkuh?
Betapa takabbur meninggi!
Salah lahir atau salah asuh?
Maka harus membutababi?
Jernihkan jiwamu, kawan
Jangan sampai kau dikesampingkan!
#859 On Falling Asleep to a Love Song
A plaintive love song
Wafts through the air, fills the room
As sleep drowns my sight.

#858 On This Perfect Bundle
A perfect bundle
Of fur and purrs and promise:
My little Kati.

#857 On Her Soft Purr
The room is silent
Except for the soft purr of
A somnolent cat.

#856 Tentang Usia Yang Menjangkau Empat Puluh Tujuh
Empat puluh tujuh!
Derap masa terlalu pantas
Gravitinya terlalu ampuh
Jiwa penat lelah terkandas
Kejam sungguh putaran waktu
Bengis tiada mengira siapa
Hati jadi bungkam terbeku
Terpukaunya menatap dunia
Hamba pasrah mengira usia
Serah pada Tuhan Yang Esa.
#855 Tentang Helaan Nafas Tenang
Lolos dari lelah dan mengah
Hela nafas beransur tenang
Bebas dari cengkaman resah
Aman dalam lembayung sayang.

#854 Tentang Kelu Lidah dalam Genggaman Malam
Dalam kelam genggaman malam
Kelu lidah tiada berayat
Tiada mampu mengucap salam

Sayap patah tiada bertongkat.
#853 On The Fog of Time
The fog of Time masks
Our futures from our poor selves
We know not what waits.
#852 Tentang Ayahanda Yang Jatuh Hati Pada Kati
Putih Bersih bertompok warna
Atas sofa melayan diri
Dulu musuh, kini Ayahanda:
Jatuh hati pada sang Kati.
(suatu ucapan mohon maaf buat seekor Kucing Asing Tanpa Izin)

