Secangkir kopi panas
Sekembar mochi manis
Sejoli dua belangkas
Persis cinta ternafis!


"How we spend our days is, of course, how we spend our lives." – Annie Dillard
Secangkir kopi panas
Sekembar mochi manis
Sejoli dua belangkas
Persis cinta ternafis!

Setiap peluh keringat
Menjadi tasbih keramat:
Subhanallah
Lidah tiada terkelat
Penuh shukur mengingat:
Alhamdulillah
Azam erat tersemat
Mengejar fastabiqul khairat:
Allahuakbar
Allahuakbar
Allahuakbar!
Meraut resah
Bilah demi sebilah
Hingga tertajam;
Ku ambil satu, lalu
Ku tusuk dalam, padu.
White clouds like blankets
You can barely see the hills
Wrapped up like mummies.

Under steel blue clouds
A single ray of light shines:
The lake is cool, cold.

The white clouds enshroud
The verdant hillside - aswirl
Like a dragon’s tail.

Dari kurun ke kurun
Ilmu turun temurun
Tentang Allah dan Hakikat-Nya
Setiap isnad menghimpun
Jambangan berkat merimbun
Dari sisi Tuhan Yang Esa.
Lenguh kakinya
Letih kelana
Beratnya mata
Terdetak lena
Kaki berdenyut
Matanya surut
Diam berqunut
Makna melarut
Sayupnya dunia
Di bawah jaga
Sayap jiwanya
Lebar kelana.
Terik matari
Membakar bayang legam
Lelah terpanggang.
Maka makanlah oleh kamu
Buahan dari benih dusta yang telah kau tanam
Yang kau peram bersama perjanjian kelam
Penuh dengan tipu muslihat: tepu!
Dan dengan lantang garang
Kau laungkan slogan dan lagu dendam
Dalam seloka yang beracah gurindam
Seelok janji-janji manis ular yang menggoda: jalang!
Dan apabila pohon negara ini telah berkusta
Merekah dan menggerutu menggelupas
Seolah hanya menunggu masa terbabas:
Kami hanya mampu mengumat kata laknat
Di bawah nafas yang meratib cela.