Dalam kekebilan malam
Hati dirasuk rasa suram
Mengenangkan simpang jalan yang bakal kita tempuhi
Perpisahan, walaupun seketika: bagiku terlalu ngeri
Untuk difikirkan...
Lalu semuanya ku pendam
Ah, sayang!
Melangitnya cintaku pada adinda
Membuatkan aku pasrah pada pancaroba
Impianmu melontar jauh ke Alemania
Aku pula mengejar cita membina Negara
Kita saling mencintai: hebat dan terpaling
Namun harus juga menobatkan mimpi masing-masing
Maka kita memilih jalan ini
Biar terlalu asing bagi mata yang iri:
Persetankan mereka!
Kita menutur jalan yang kurang lurus
Demi cinta kita yang ikhlas dan tulus.
#701 On Youthful Dreams
In youth I dreamed heroic dreams
To carve my name in history's heights
But Time tore at the tattered seams
Of dreams that faded at first light
And yet my hope still ventures forth:
His Grace: my true abiding North.
#700 Tentang Roda Bergiliran
Beginilah giliran roda
Hari demi hari berputar
Ada suka ada derita
Semuanya tegas mencabar.
#699 Tentang Nasi Lemak Legend
Segunung gumpalan rezeki
Berbalut daun gaya Illuminati
Diiring secangkir kopi
Ah, nikmat yang paling tinggi!

#698 Tentang Redup Senyum Rembulan
Persis rembulan
Senyummu meredupkan
Hari yang rawan.
#697 Tentang Galak Masa
Mekar suria di ufuk timur
Subuh tiba menyapa embun
Galak masa tiada berundur
Tiap saat harus bertekun
#696 Tentang Kibaran Panji-Panji
Ayuh kibarkanlah
Panji-panji Iman dan Ihsan
Merungkai kebingungan
Merawat kerisauan
Merimbun persefahaman
Merangkai setiakawan
Menolak kenihilan.
#695 Tentang Mengenang Keperluan Untuk Berjauhan
Dari KL ke bandar Berlin
Berlayaran di langit biru
Jiwa hamba terkurung miskin
Punah karam di laut rindu.
#694 Tentang Berbelah Rasa
Belah rasa berbilah-bilah
Girang ada gusar pun ada
Adat hidup begitu lumrah
Yakin Allah ada bersama.
#693 On Blue Bottle in Yokohama
Potion brewed in blue
Melts down my throat like nectar:
A benediction.

