#766 Tentang Menikam Masa Dengan Tangisan

Moga esok semua ini hanya mimpi 
Dan kau masih dalam rangkulanku, dinda:
Mesra, hangat, kasih

Sedang masa takkan ligat berputar
Melainkan hanya tunduk diam
Menyaksikan kita berdua, dinda:
Aman, tenang, diam

Masa, aku tikam kau bertubi-tubi
Dengan segala deru tangis ini
Meski kau takkan ambil peduli.

#765 Tentang Transit Di Istanbul

Ah, Istanbul, kita ketemu lagi!
Sepertinya jodoh kita tak pernah lari

Masih lagi aku terperuk dalam perutmu
Sang ibukota garudaraya yang ligat
Mengikat sang musafir yang kepenatan
Dalam kelikatan duniawi yang penuh gemerlap

Aku menghitung setiap saat yang pekat
Mencari ruang keluar dari kewujudan yang tenat.

#762 Tentang Aku Dan Waktu

Siapa aku? Hanya seorang penunggu
Yang mengharungi kehidupan penuh celaru

Jangan didesak tanpa wajar
Jangan diasak dibawah sedar
Pantang dilasak sebelum terpintar

Dan apa itu aku? Hanya seorang insan
Dari kalangan sejuta manusia di zaman edan

Mencari tenang dibalik taufan
Menuntut terang dibalik kegelapan
Mencari gemilang dalam kegelumangan

Aku hanya aku
Insan yang terpaku manatap waktu.

#761 Tentang Keinsafan Menyemak Sejarah Abbasiyah

Semaklah lembaran sejarah lampau
Betapa empayar besar dan gagah
Akhirnya tumpas tertewas jua

Maka siapa kau dan aku
Untuk bermegah berangkuhbongkak?

Berapa lama masa yang kita ada
Di tonggak yang tidak setinggi mana
Sebelum kita jua harus tunduk akur
Pada ukuran masa yang telah diberikan-Nya?

#759 Tentang Samudera Luas

Dihadapanmu terbentang samudera luas
Memanggil gerun meskipun langit cerah
Gemuruh ombak itu membentak menggeruh
Mendesak agar kau membuat keputusan:

Berani merenangi lautan garang
Atau mengaku tewas sebelum sempat berjuang.

#758 Tentang Hidup Di Hujung Pisau (Kamu Pasti Tidak Perduli)

Jangan kau tangisi nasib mereka
Yang telah menghabiskan sisa-sisa usia muda mereka
Untuk membela dan menjulang nasib engkau
(Kamu pasti tidak perduli)

Sedang engkau menatap kitab-kitab
Mengatur tiap langkah catur dari jauh
Mereka itulah yang bergadang nyawa dan harta
Bertarung dengan meriam air dan tinju penguasa
Berguling-guling di jalan raya

Dan kini kau di mercu kuasa yang dahulunya tertunda
Janji dua puluh lima tahun tertunai jua

Dan bagaimana dengan nasib mereka?
Ya, ada yang kini bersilat di pentas kuasa
Ada juga yang bergelumang dengan laba
Ada pula yang terkandas tanpa ada-apa

Itu, tak perlu kau terlalu risau!
(Sememangnya itulah habuan yang seeloknya
Bagi mereka yang memilih untuk hidup di atas hujung pisau.)