Ah, Istanbul, kita ketemu lagi!
Sepertinya jodoh kita tak pernah lari
Masih lagi aku terperuk dalam perutmu
Sang ibukota garudaraya yang ligat
Mengikat sang musafir yang kepenatan
Dalam kelikatan duniawi yang penuh gemerlap
Aku menghitung setiap saat yang pekat
Mencari ruang keluar dari kewujudan yang tenat.
