Jangan kau tangisi nasib mereka
Yang telah menghabiskan sisa-sisa usia muda mereka
Untuk membela dan menjulang nasib engkau
(Kamu pasti tidak perduli)
Sedang engkau menatap kitab-kitab
Mengatur tiap langkah catur dari jauh
Mereka itulah yang bergadang nyawa dan harta
Bertarung dengan meriam air dan tinju penguasa
Berguling-guling di jalan raya
Dan kini kau di mercu kuasa yang dahulunya tertunda
Janji dua puluh lima tahun tertunai jua
Dan bagaimana dengan nasib mereka?
Ya, ada yang kini bersilat di pentas kuasa
Ada juga yang bergelumang dengan laba
Ada pula yang terkandas tanpa ada-apa
Itu, tak perlu kau terlalu risau!
(Sememangnya itulah habuan yang seeloknya
Bagi mereka yang memilih untuk hidup di atas hujung pisau.)