#779 On The Youth in Their Rebellion

Hear us now, wind and earth and fire and water! 
We summon the wakefulness of nature’s raiments
The knowledge of the world in silent slumber
The forgetting in the ruins of human firmaments

Extol, in brave unfettered voice, the roars of Youth
Exhorting demands for the breaking of oppression
To smash the chains that bind the poor, the uncouth
And call them out to march in blazing procession

Decant the flames of indignant resistance, decant!
Unleash these fires that rage, rage for immortal Truth
Incant the chant: Justice! Justice! Justice! Incant!
Let them fear the wrath of our serrated Youth!

Revenge is a cruel dish best served cold
Upon the necks of the venal Old.

#758 Tentang Hidup Di Hujung Pisau (Kamu Pasti Tidak Perduli)

Jangan kau tangisi nasib mereka
Yang telah menghabiskan sisa-sisa usia muda mereka
Untuk membela dan menjulang nasib engkau
(Kamu pasti tidak perduli)

Sedang engkau menatap kitab-kitab
Mengatur tiap langkah catur dari jauh
Mereka itulah yang bergadang nyawa dan harta
Bertarung dengan meriam air dan tinju penguasa
Berguling-guling di jalan raya

Dan kini kau di mercu kuasa yang dahulunya tertunda
Janji dua puluh lima tahun tertunai jua

Dan bagaimana dengan nasib mereka?
Ya, ada yang kini bersilat di pentas kuasa
Ada juga yang bergelumang dengan laba
Ada pula yang terkandas tanpa ada-apa

Itu, tak perlu kau terlalu risau!
(Sememangnya itulah habuan yang seeloknya
Bagi mereka yang memilih untuk hidup di atas hujung pisau.)

#726 On Our Repentance

Now nothing is as what it was
The tide of Time is merciless
Your words have lost their honeyed gloss
Your fortunes now in slow egress
The gold you sold was rusted dross
And we repent in our duress.

#683 Tentang Janji Manis Sang Ular

Maka makanlah oleh kamu
Buahan dari benih dusta yang telah kau tanam
Yang kau peram bersama perjanjian kelam
Penuh dengan tipu muslihat: tepu!

Dan dengan lantang garang
Kau laungkan slogan dan lagu dendam
Dalam seloka yang beracah gurindam
Seelok janji-janji manis ular yang menggoda: jalang!

Dan apabila pohon negara ini telah berkusta
Merekah dan menggerutu menggelupas
Seolah hanya menunggu masa terbabas:
Kami hanya mampu mengumat kata laknat
Di bawah nafas yang meratib cela.

#680 Tentang Politikus Yang Munafik

Ambillah segala
Janji janji manis
Senyuman kambing sinis
Formula dasar dan gagasan
Warkah manifesto dan wawasan
Ambillah dan lumatkan
Lemangkan dan sematkan
Ke dalam lubang bontot kami
Sebagai balasan kerana terlalu naif
Mempercayai politikus yang munafik.