Hear us now, wind and earth and fire and water!
We summon the wakefulness of nature’s raiments
The knowledge of the world in silent slumber
The forgetting in the ruins of human firmaments
Extol, in brave unfettered voice, the roars of Youth
Exhorting demands for the breaking of oppression
To smash the chains that bind the poor, the uncouth
And call them out to march in blazing procession
Decant the flames of indignant resistance, decant!
Unleash these fires that rage, rage for immortal Truth
Incant the chant: Justice! Justice! Justice! Incant!
Let them fear the wrath of our serrated Youth!
Revenge is a cruel dish best served cold
Upon the necks of the venal Old.
#758 Tentang Hidup Di Hujung Pisau (Kamu Pasti Tidak Perduli)
Jangan kau tangisi nasib mereka
Yang telah menghabiskan sisa-sisa usia muda mereka
Untuk membela dan menjulang nasib engkau
(Kamu pasti tidak perduli)
Sedang engkau menatap kitab-kitab
Mengatur tiap langkah catur dari jauh
Mereka itulah yang bergadang nyawa dan harta
Bertarung dengan meriam air dan tinju penguasa
Berguling-guling di jalan raya
Dan kini kau di mercu kuasa yang dahulunya tertunda
Janji dua puluh lima tahun tertunai jua
Dan bagaimana dengan nasib mereka?
Ya, ada yang kini bersilat di pentas kuasa
Ada juga yang bergelumang dengan laba
Ada pula yang terkandas tanpa ada-apa
Itu, tak perlu kau terlalu risau!
(Sememangnya itulah habuan yang seeloknya
Bagi mereka yang memilih untuk hidup di atas hujung pisau.)
#752 Tentang Kisah Sejarah Sebuah Bangsa Yang Tertewas
"... dan dengan sebab itulah,
Maka negara itu hancur punah ranah
Berebut kuasa
Beradu domba
Bersamun laba
Lantas semuanya musnah."
Dan dengan itu,
Pendita itu menutup lembaran kitab
Yang menjadi saksi kisah duka
Sebuah bangsa yang tewas ranap.
#744 Tentang Panggung Politikus
Mudah sungguh permainan wayang
Tikus mondok berlagak wira
Nafsu marah dibuat tunggang
Bakar bumi menuju cita.
#726 On Our Repentance
Now nothing is as what it was
The tide of Time is merciless
Your words have lost their honeyed gloss
Your fortunes now in slow egress
The gold you sold was rusted dross
And we repent in our duress.
#683 Tentang Janji Manis Sang Ular
Maka makanlah oleh kamu
Buahan dari benih dusta yang telah kau tanam
Yang kau peram bersama perjanjian kelam
Penuh dengan tipu muslihat: tepu!
Dan dengan lantang garang
Kau laungkan slogan dan lagu dendam
Dalam seloka yang beracah gurindam
Seelok janji-janji manis ular yang menggoda: jalang!
Dan apabila pohon negara ini telah berkusta
Merekah dan menggerutu menggelupas
Seolah hanya menunggu masa terbabas:
Kami hanya mampu mengumat kata laknat
Di bawah nafas yang meratib cela.
#680 Tentang Politikus Yang Munafik
Ambillah segala
Janji janji manis
Senyuman kambing sinis
Formula dasar dan gagasan
Warkah manifesto dan wawasan
Ambillah dan lumatkan
Lemangkan dan sematkan
Ke dalam lubang bontot kami
Sebagai balasan kerana terlalu naif
Mempercayai politikus yang munafik.
#678 Tentang Percaturan (Yang Menarah dan Yang Ditarah)
Angguk angguk geleng geleng
Duduk diam jangan bising
Senyap senyap kami cantas
Jangan sentap jangan balas
Kami catur kami atur
Sorang sorang kami kubur
Kalau bising kalau marah
Sorang sorang kami tarah
Nak merajuk, royan berang?
Sila, asal kami menang.
#673 Tentang Hiruk Pikuk Reformasi
“Menggilap idealisme reformasi”?
Atau apakah ia sudahpun basi
Meringkuk akibat hiruk pikuk
Hati terbengkok dan terberuk
Terkulai sepi?
#671 Tentang Maraknya Cita
Marak benar unggunan cita
Mekar dalam kuningan untung
Alang resmi jalan bahgia
Arak lancar beriring payung!
