Swim against the tide?
But how to swim, when you are
Drowning in sorrow?
#720 On Making Your Own Ancestors
I grew up alone
And made my own ancestors
From books and your Love.
#719 Tentang Hari Keesokan
Jenuh memikirkan
Apakah alasan
Kau makin berjauhan
Dingin… terlalu dingin.
Pada malam itu
Jemari mulusmu kugenggam erat
Berat jiwa melawan kebekuan
Hatimu yang enggan
Pedih… terlalu pedih.
Dan keesokannya
Kau kirimkan kata perpisahan
Aku terlemas dalam tangisan
Mati. Hatiku mati.
#715 Tentang Hati Yang Dirundung Rindu
Pekat malam melarut jiwa
Hati kelam dirundung rindu
Sendu hamba mengenang dinda
Jauh pisah beribu batu.
#714 Tentang Kasih Terpaling
Luas sawah subur menguning
Tinggi langit tujuh petala
Kasih hamba kasih terpaling
Serah jiwa serah segala!
#713 Tentang Mekar Kasih Pada Dinda
Fajar cerah menyingsing tiba
Suci embun menyejuk mata
Mekar kasih pada adinda
Suri nyawa pelita jiwa.
#702 Tentang Jalan Yang Kita Pilih
Dalam kekebilan malam
Hati dirasuk rasa suram
Mengenangkan simpang jalan yang bakal kita tempuhi
Perpisahan, walaupun seketika: bagiku terlalu ngeri
Untuk difikirkan...
Lalu semuanya ku pendam
Ah, sayang!
Melangitnya cintaku pada adinda
Membuatkan aku pasrah pada pancaroba
Impianmu melontar jauh ke Alemania
Aku pula mengejar cita membina Negara
Kita saling mencintai: hebat dan terpaling
Namun harus juga menobatkan mimpi masing-masing
Maka kita memilih jalan ini
Biar terlalu asing bagi mata yang iri:
Persetankan mereka!
Kita menutur jalan yang kurang lurus
Demi cinta kita yang ikhlas dan tulus.
#698 Tentang Redup Senyum Rembulan
Persis rembulan
Senyummu meredupkan
Hari yang rawan.
#695 Tentang Mengenang Keperluan Untuk Berjauhan
Dari KL ke bandar Berlin
Berlayaran di langit biru
Jiwa hamba terkurung miskin
Punah karam di laut rindu.
#692 Tentang Mochi dan Cinta
Secangkir kopi panas
Sekembar mochi manis
Sejoli dua belangkas
Persis cinta ternafis!

