Pekat malam melarut jiwa
Hati kelam dirundung rindu
Sendu hamba mengenang dinda
Jauh pisah beribu batu.
#714 Tentang Kasih Terpaling
Luas sawah subur menguning
Tinggi langit tujuh petala
Kasih hamba kasih terpaling
Serah jiwa serah segala!
#713 Tentang Mekar Kasih Pada Dinda
Fajar cerah menyingsing tiba
Suci embun menyejuk mata
Mekar kasih pada adinda
Suri nyawa pelita jiwa.
#702 Tentang Jalan Yang Kita Pilih
Dalam kekebilan malam
Hati dirasuk rasa suram
Mengenangkan simpang jalan yang bakal kita tempuhi
Perpisahan, walaupun seketika: bagiku terlalu ngeri
Untuk difikirkan...
Lalu semuanya ku pendam
Ah, sayang!
Melangitnya cintaku pada adinda
Membuatkan aku pasrah pada pancaroba
Impianmu melontar jauh ke Alemania
Aku pula mengejar cita membina Negara
Kita saling mencintai: hebat dan terpaling
Namun harus juga menobatkan mimpi masing-masing
Maka kita memilih jalan ini
Biar terlalu asing bagi mata yang iri:
Persetankan mereka!
Kita menutur jalan yang kurang lurus
Demi cinta kita yang ikhlas dan tulus.
#698 Tentang Redup Senyum Rembulan
Persis rembulan
Senyummu meredupkan
Hari yang rawan.
#695 Tentang Mengenang Keperluan Untuk Berjauhan
Dari KL ke bandar Berlin
Berlayaran di langit biru
Jiwa hamba terkurung miskin
Punah karam di laut rindu.
#692 Tentang Mochi dan Cinta
Secangkir kopi panas
Sekembar mochi manis
Sejoli dua belangkas
Persis cinta ternafis!

#664 On Your People
Maya Angelou said:
Bring your people with you.
Think of the people who are no longer with you
The people who loved you
The people who supported you
The people who were kind to you
Carry the spirit of those people on your shoulders
And when you walk into that room
Know that the people you bring with you
Are your sword and your shield and your armour
Let the memory of their kindness and their love
Be the cooling shade amidst the scorching sun of blistering hostility
Be the warm companion amidst the withering spite of cruel indifference
Be they a throng or the several few
What counts the most is how they loved
The one and only You they knew.
#638 Tentang Mercu Ilmu
Lima tahun engkau tekunkan
Segagasan menara ilmu
Kini tiba saat suaran
Ku sambutmu di gerbang mercu.
#636 Tentang Kau Yang Dalam Rangkulan
Di bawah sinar remang rembulan itu
Kau dalam rangkulanku
Rambutmu hitam mengurai
Harummu menyimpan seribu janji
Dan dikala langit berdentuman
Jantungku turut berdetak laju
Darah berderu menyorakkan rindu
Jemari erat mendakap keranuman
Ah, aku terkalah oleh renunganmu
Desahmu menyerak segala akalku.
