Dalam gelak bersulam tangis
Dalam sendu sinar tersimpan
Dalam babak hidup yang tragis
Tetap ada cahya harapan.
#867 On Counting Down Their Short Lives
Drops of rain clinging
Outside glass walls, counting down
Their final seconds.
#866 Tentang Rintihan Marhaen Yang Diperzalim
Tuhan, sedang kami menyaksikan
Setiap langgam dusta dan keji lahanat
Dalam mengejar laba dan keasyikan
Ada waktunya kami merasa tersengat:
"Apakah yang ingin Engkau ajarkan
Pada kami insan yang penuh kekurangan?"
Tuhan, betapa cergas tangan-tangan
Mereka menghumban amanah yang diberi
Harta keringat kami diperbuat mainan
Dan lidah-lidah kami terkatup kunci
Tak berdaya menegah perlakuan zalim
Dari penguasa-penguasa yang berlagak alim
"Apakah mereka tentunya akan tetap berpesta
Sedang kami harus menutup mata bertuli telinga?"
#865 Tentang Perkongsian Hidup
Ah sayang, betapa hidup kita ini bersiuran!
Dari sehari demi sehari, kita menapak bersama
Mengukir bersama bentuk-bentuk kenangan
Yang sarat dengan ingatan kasih dan mesra
Setiap liuk lentuk dan gegar degar kehidupan
Sama-sama kita lalui, dengan penuh sabar
Meski ada ketika hati terguris kepiluan
Sama-sama kita mushawarah mencari jalan keluar
Oh sayang, betapa Tuhan telah memilih
Agar kita berkongsi hidup fana ini bersama
Moga dengan keinsafan dapat kita meraih
Sekelumit keberkatan untuk bekal berdua
Hidup kekal yang menanti di sana, pasti
Moga kita berdua diberkati cinta abadi.
#864 On Playing Your Own Game of the Impossible
Are you ready to
Stop playing their game, and start
Your own Game of Life?
#863 On Winning Fortune’s Favour
Persistence is the unsaid code
With which to break the doors of Fate
When History 'noints you with the load
Charge down, you shall, down Hell's black gate
Unswerving must you be, to win
Fortuna's grace amidst the din.
#862 Tentang Apologia Yang Telah Basi
Apologia itu telah lama basi
Lalu hanyut dengan hujan semalam
Dan engkau tak perlu bertopeng lagi
Harapan kami telah lama terpadam
Yang dahulunya menggunung tinggi
Kini terkabur berbalam-balam
Dan engkau pula terasing sepi
Tinggallah kami menaruh dendam
Begini jadi pengakhirannya
Janji semalam rupanya tuba.
#861 Tentang Sang Subahat
Dia adalah anasir beracun
Yang hanya layak untuk kau elak
Dalam setiap saf yang berhimpun
Akan ada Dia yang berbisik jelak:
Apa guna berfikir panjang?
Nikmati saja dunia dan seisinya!
Berbuaslah di setiap ranjang
Persetankan apa kata mereka!
Justeru perlakuan Sang Seteru
Jadi subahat bagi setiap jenayahmu.
#860 Tentang Nada Keras
Nada-nada keras
Melantun pada dinding kaca
Merusuh bagai panahan pedas
Menusuk pada hati dan jiwa
Kenapa langgam yang terangkuh?
Betapa takabbur meninggi!
Salah lahir atau salah asuh?
Maka harus membutababi?
Jernihkan jiwamu, kawan
Jangan sampai kau dikesampingkan!
#859 On Falling Asleep to a Love Song
A plaintive love song
Wafts through the air, fills the room
As sleep drowns my sight.

