#866 Tentang Rintihan Marhaen Yang Diperzalim

Tuhan, sedang kami menyaksikan
Setiap langgam dusta dan keji lahanat
Dalam mengejar laba dan keasyikan
Ada waktunya kami merasa tersengat:
"Apakah yang ingin Engkau ajarkan
Pada kami insan yang penuh kekurangan?"

Tuhan, betapa cergas tangan-tangan
Mereka menghumban amanah yang diberi
Harta keringat kami diperbuat mainan
Dan lidah-lidah kami terkatup kunci
Tak berdaya menegah perlakuan zalim
Dari penguasa-penguasa yang berlagak alim

"Apakah mereka tentunya akan tetap berpesta
Sedang kami harus menutup mata bertuli telinga?"

#865 Tentang Perkongsian Hidup

Ah sayang, betapa hidup kita ini bersiuran!
Dari sehari demi sehari, kita menapak bersama
Mengukir bersama bentuk-bentuk kenangan
Yang sarat dengan ingatan kasih dan mesra

Setiap liuk lentuk dan gegar degar kehidupan
Sama-sama kita lalui, dengan penuh sabar
Meski ada ketika hati terguris kepiluan
Sama-sama kita mushawarah mencari jalan keluar

Oh sayang, betapa Tuhan telah memilih
Agar kita berkongsi hidup fana ini bersama
Moga dengan keinsafan dapat kita meraih
Sekelumit keberkatan untuk bekal berdua

Hidup kekal yang menanti di sana, pasti
Moga kita berdua diberkati cinta abadi.

#862 Tentang Apologia Yang Telah Basi

Apologia itu telah lama basi
Lalu hanyut dengan hujan semalam
Dan engkau tak perlu bertopeng lagi
Harapan kami telah lama terpadam

Yang dahulunya menggunung tinggi
Kini terkabur berbalam-balam
Dan engkau pula terasing sepi
Tinggallah kami menaruh dendam

Begini jadi pengakhirannya
Janji semalam rupanya tuba.

#861 Tentang Sang Subahat

Dia adalah anasir beracun
Yang hanya layak untuk kau elak
Dalam setiap saf yang berhimpun
Akan ada Dia yang berbisik jelak:

Apa guna berfikir panjang?
Nikmati saja dunia dan seisinya!
Berbuaslah di setiap ranjang
Persetankan apa kata mereka!

Justeru perlakuan Sang Seteru
Jadi subahat bagi setiap jenayahmu.

#860 Tentang Nada Keras

Nada-nada keras
Melantun pada dinding kaca
Merusuh bagai panahan pedas
Menusuk pada hati dan jiwa

Kenapa langgam yang terangkuh?
Betapa takabbur meninggi!
Salah lahir atau salah asuh?
Maka harus membutababi?

Jernihkan jiwamu, kawan
Jangan sampai kau dikesampingkan!