Jangan kau tangisi nasib mereka
Yang telah menghabiskan sisa-sisa usia muda mereka
Untuk membela dan menjulang nasib engkau
(Kamu pasti tidak perduli)
Sedang engkau menatap kitab-kitab
Mengatur tiap langkah catur dari jauh
Mereka itulah yang bergadang nyawa dan harta
Bertarung dengan meriam air dan tinju penguasa
Berguling-guling di jalan raya
Dan kini kau di mercu kuasa yang dahulunya tertunda
Janji dua puluh lima tahun tertunai jua
Dan bagaimana dengan nasib mereka?
Ya, ada yang kini bersilat di pentas kuasa
Ada juga yang bergelumang dengan laba
Ada pula yang terkandas tanpa ada-apa
Itu, tak perlu kau terlalu risau!
(Sememangnya itulah habuan yang seeloknya
Bagi mereka yang memilih untuk hidup di atas hujung pisau.)
#757 Tentang Pengakhiran Yang Terlalu Menyesakkan
Dengan setiap hela nafas
Aku menghitung saat-saat yang gegas berlari
Meninggalkan kita
Oh sayang,
Masa ini meluru terlalu pantas
Mengah hati menafikan pengakhiran
Yang menunggu kita
(Tenanglah wahai hati lara,
Cinta ini terlalu kudus buat kita berdua.)
#756 On Gifts From An Absent Father
You gave me this, Pa:
This burning fire unquenchable
This hopefulness improbable
These ramrod blinds unbendable
Your gifts to your eldest son:
Absence ineffable
Erasure irredeemable
Disappointment inconsolable
Should I thank you?
Can whispered grace amend these hurts?
Or does sin purge all goodness?
#755 On These Final Hours
The last hours trickle
Down to these final seconds
The final leaf falls.
#754 Tentang Tangisan Anak Kecil
Di sebalik setiap insan
Ada seorang anak kecil
Yang masih menahan tangis
Sedang jiwanya tandus dahaga
Mendambakan kasih seorang ibu
Merindukan kasih seorang ayah
Yang tidak pernah, dan tidak mungkin tiba.
#753 Tentang Gemuruh Ombak
Dalam gemuruh ombak itu
Ada desiran tawa gembira
Ada laungan jiwa yang meronta
Ada ngauman hati yang mendamba
Memanggil engkau yang terlalu jauh di mata
Pulanglah
Pulanglah ke pangkuan hamba
Yang merindu merayu memuja.
#752 Tentang Kisah Sejarah Sebuah Bangsa Yang Tertewas
"... dan dengan sebab itulah,
Maka negara itu hancur punah ranah
Berebut kuasa
Beradu domba
Bersamun laba
Lantas semuanya musnah."
Dan dengan itu,
Pendita itu menutup lembaran kitab
Yang menjadi saksi kisah duka
Sebuah bangsa yang tewas ranap.
#751 Tentang Debaran Menanti Pengakhiran
Garis masa berlari pantas
Zaman silam melambai sayu
Dalam hati terdetik lintas,
"Apa hujung takdir hidupku?"
#750 Tentang Ujian Takdir
Debar jiwa diasak getir
Risau runsing tiada terubat
Sedang dinda diuji takdir
Hati hamba kusut terhambat.
#749 Tentang Mengaji
Hening malam memadam tangis
Terang bulan mengukir senyum
Lidah tenang menyusur baris
Kalimah-Nya tersusun ranum.
