Sedang api marak menyala
Bahang panas memanggang bengis
Ujar kucing di atas para,
“Confirm ok,” sambil menangis.


"How we spend our days is, of course, how we spend our lives." – Annie Dillard
Sedang api marak menyala
Bahang panas memanggang bengis
Ujar kucing di atas para,
“Confirm ok,” sambil menangis.

Now nothing is as what it was
The tide of Time is merciless
Your words have lost their honeyed gloss
Your fortunes now in slow egress
The gold you sold was rusted dross
And we repent in our duress.
An astringent glance
Warns against the wayward wiles
Of red-blooded men.
Eyes flit ‘cross the room:
Some glad, some glazed, some ablaze
What lurks in yon minds?
Tiap insan berburu buru
Kejar harta kejar kuasa
Tiap saat meluru serbu
Tenat dalam penjara dusta.
Swim against the tide?
But how to swim, when you are
Drowning in sorrow?
Aneh, bukan?
Betapa manusia itu berperan
Menipu dan bermuka-mukaan
Penuh perdaya dan pendustaan
Kenapa ya?
Sedangkan telah datang
Sinar hidayah paling terang
Pesanan dari Yang Maha Penyayang
Peringatan bagi jiwa yang terhilang
Maka ingatlah
Harus insaf dan berserah
Sebelum sangkakala meniup marah.
I grew up alone
And made my own ancestors
From books and your Love.
Jenuh memikirkan
Apakah alasan
Kau makin berjauhan
Dingin… terlalu dingin.
Pada malam itu
Jemari mulusmu kugenggam erat
Berat jiwa melawan kebekuan
Hatimu yang enggan
Pedih… terlalu pedih.
Dan keesokannya
Kau kirimkan kata perpisahan
Aku terlemas dalam tangisan
Mati. Hatiku mati.
Kasihan sang perempuan tua
Di hujung hari-harinya
Oleh kekang narsisisme terpenjara
Oleh nafsu jiwanya terpedaya
Oleh selingkar kisah tipudusta
Tercipta agar tidak jatuh gila.