Di hujung hari-hari kita nanti
Pada sebalik seberkas kenangan
Mengejar kilasan kilau pelaburan
Menyantuni remehtemeh sang usahawan
Meniti baris-baris pelaporan dan keputusan
Melayan kerenah bos dan rakan sejawatan
Yang terkesan di sanubari adalah ini:
Kemesraan di meja persidangan
Bergurausenda dengan bersulam senyuman
Lambakan pisang goreng di pantry
Mengunyah kuih yang berkepuk kalori
Berkongsi gambar tempat makan
Bergiliran menyumbang santapan Ramadan
Menyelinap keluar berJJCM
Bertarung FPL selagak Slot dan Amorim
Berdagang gosip politik dan korporat
Menitip bingkisan biskut dan coklat
Menyaksikan rakan sekerja di jinjang pelamin
Meneguk kopi berdiskaun di Luckin
Jamuan farewell yang seolah tiada henti
Kata-kata persahabatan yang penuh erti
Terima kasih, Ekuinas
Jasa kalian tiada terbalas.
#680 Tentang Politikus Yang Munafik
Ambillah segala
Janji janji manis
Senyuman kambing sinis
Formula dasar dan gagasan
Warkah manifesto dan wawasan
Ambillah dan lumatkan
Lemangkan dan sematkan
Ke dalam lubang bontot kami
Sebagai balasan kerana terlalu naif
Mempercayai politikus yang munafik.
#679 On Satori (Sunday Morning)
Waking up and praying Subuh
Reciting His uncreated Words
The gentle chirp of birds outside my window
An early morning hike through Bukit Kiara
Ice cold fruit juice on the way down
Roti canai and idli, with crisp fried chicken
Iced coffee with honey
Michael Bolton singing “Go The Distance”
Sitting here with my beloved
And a good book:
- This is Satori.
#678 Tentang Percaturan (Yang Menarah dan Yang Ditarah)
Angguk angguk geleng geleng
Duduk diam jangan bising
Senyap senyap kami cantas
Jangan sentap jangan balas
Kami catur kami atur
Sorang sorang kami kubur
Kalau bising kalau marah
Sorang sorang kami tarah
Nak merajuk, royan berang?
Sila, asal kami menang.
#677 On Bad Words
Five years in and I learnt all the bad words
The terms of endearment smeared with vulgarity
The hollerings of young impudent boys at ease with the barbarity
Of curses and cuss words
Take me not back to those years of
Savage putdowns and uncertain jocularity
Of ravaged hearts and ruinous hilarity
The cruel currency of teenage boys
Instead, let me meditate on the noise and din
Of classrooms and the boys and girls within
The drama of pining hearts, the original sin
Of birds and bees playing their own parts
To perfection
We laughed in artful jest and mannered scorn
To mask our youthful hurts and hearts forlorn.
#676 Tentang Tuntunan Tuhan
Bukan jalan indah berwangi
Bukan taman menguntum salam
Tapi jalan bertatah duri
Tapi taman bersanggul tikam
Namun aku harus berharung
Harus gigih melawan uji
Agar bangsa bertuai untung
Agar diri meraih jati
Jangan gusar, janganlah rawan
Yakin pada tuntunan Tuhan.
#675 Tentang Kesibukan dan Hati Yang Berpalu
Di tengah-tengah kesibukan
Bangsar dan segala kekejarannya
Aku bersimpuh memohon keampunan
Mengucap nama-Mu Tuhan ar-Rahman
Mengucup dahi pada lantai maidan
Dengan jiwa penuh dahaga
Aku berteguk pada wadi Yang Maha Esa
Di lidahku mengalir kalimat-kalimat kudus
Mengalun mengubat hati yang tertandus
Tuhanku,
Redakan hatiku yang sering gering berpalu
Hanya pada-Mu aku berpaling mengadu.
#674 On This Red Line
This is where the line is drawn
Marked out here in crimson blaze
No white knight, no foolish pawn
I refuse your hollow praise
Go on, glance with murd’rous bile
My own stillness spurns your guile.
#673 Tentang Hiruk Pikuk Reformasi
“Menggilap idealisme reformasi”?
Atau apakah ia sudahpun basi
Meringkuk akibat hiruk pikuk
Hati terbengkok dan terberuk
Terkulai sepi?
#672 Tentang Khutbah Jumaat
Beginilah jadinya
Apabila kuasa membayangi segala
Maka pentas mingguan kini menjadi
Medan jajaan propaganda basi
Gesaan agar taat pada ululamri
Ingatan agar akur bertuli
Ah, apa nasib umat tersungkur!
Iman jadi alatan mandur
Jati diri kaku terbujur.
